<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427</id><updated>2011-08-14T10:12:34.789-07:00</updated><title type='text'>Al-Hajun</title><subtitle type='html'>...CINTAI ALLAH LEWAT IBADAH...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-4139775321918568389</id><published>2010-02-04T23:47:00.001-08:00</published><updated>2010-02-04T23:47:40.445-08:00</updated><title type='text'>Saat-saat Menjelang Ajal Menjemput Muhammad SAW</title><content type='html'>Dengan suara yang lemah dan terbata-bata, pagi itu Muhammad saw, rasul terakhir, memberikan nasehat kepada sahabat-sahabatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti ia mencintai aku. Dan bersamaku kelak, orang-orang yang mencintaiku, akan masuk ke dalam surga bersama-sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah mengakhiri khutbahnya, dengan tatapan yang teduh dan penuh kasih, Muhammad menatap wajah sahabatnya satu per satu. Bertahun-tahun Rasulullah melakukan kebiasaan mengabsen sahabatnya di pagi hari. Tetapi tatapan di pagi hari itu, lain dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan yang begitu berat mengganjal di hatinya. Ada perasaan tidak ingin hidup terpisahkan dari mereka. Siapa yang sanggup, berpisah dengan orang-orang terkasih, yang telah menemani dalam suka dan duka, selama lebih dari 22 tahun? Ia seperti ingin terus berada di tengah-tengah para sahabatnya, yang telah rela mengorbankan apa saja yang menjadi milik mereka, demi tegaknya risalah yang diemban rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana senyap. Para sahabat merasa, waktunya telah tiba. Sesudah haji wada, yang juga menyiratkan berakhirnya risalah kenabian Muhammad, para sahabat masih terus menunggu, kapan tiba waktunya. Dan kini mereka merasa, mungkin inilah saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar mamandang Rasulullah. Matanya menatap nanar dan berkaca-kaca. Umar yang gagah dan pemberani, sesak dadanya, berusaha menahan tangis sekuat daya. Utsman terpaku dalam diam. Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Semua yang hadir tidak mampu megeluarkan kata-kata. Manusia tercinta itu sudah berada di ujung yang paling akhir dari perjalanannya. Usai sudah Muhammad menunaikan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah berjalan limbung turun dari mimbar, Ali dan Fadhal dengan sigap segera menangkapnya. Rasulullah segera dipapah masuk ke dalam rumahnya, yang hanya berjarak beberapa meter dari mimbarnya, di Masjid Nabawi yang mulia. Para sahabat semakin yakin, saatnya telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berkumpul, di sekitar rumah Rasulullah, menunggu detik-detik berlalu. Matahari sudah meninggi, tetapi pintu rumah Nabi masih saja tertutup. Manusia agung yang mampu hidup lebih mewah dari segala raja, memilih tidur beralaskan tikar, terbaring lemah di dalamnya, bersama keluarganya yang mulia. Keringat yang mengucur dari keningnya membasahi pelepah kurma yang menjadi bantalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah luar, tiba-tiba terdengar seorang laki-laki berseru, "Assalamu'alaikum!" Fatimah, putri Nabi, keluar menemuinya. "Boleh saya masuk?” tanya laki-laki itu. Fatimah tidak memberinya izin, karena ayahandanya sedang terbaring lemah. “Maafkanlah, ayahandaku sedang demam,” kata Fatimah sambil membalikkan badan dan segera menutup kembali pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah kembali menemani ayahnya. Rasulullah sudah membuka matanya saat Fatimah datang menghampiri. Ia bertanya pada putrinya, “Siapakah tadi yang datang wahai putriku?” Fatimah menjawab, “Aku tidak tahu, baru sekali ini aku melihatnya." Lalu Rasulullah menatap wajah putrinya dalam-dalam, layaknya seorang ayah yang hendak pergi meninggalkan anaknya untuk jangka waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah wahai putriku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan kita di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Mendengar itu, meledaklah tangis Fatimah, yang selama ini ditahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malaikat maut datang menghampiri, Rasulullah bertanya, mengapa Jibril tidka ikut bersamanya. Jibril sedang bersiap di atas langit untuk menyambut datangnya kekasih Allah, pamungkas para nabi dan Rasul, penghulu dunia ini. Lalu dipanggilah Jibril turun ke bumi mendekat kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suaranya yang lirih Rasulullah bertanya, "Wahai Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Jibril menjawab, "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti kedatangan ruhmu. Semua pintu surga terbuka lebar menanti kedatanganmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu tidak memuaskan Rasulullah. Di wajahnya masih terlukis kecemasan. “Apakah engkau tidak suka mendengar kabar ini, wahai kekasih Allah?” Jibril bertanya dengan heran. Nabi menukas, "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku sepeninggalku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau tidak perlu khawatir, wahai Rasul Allah. Pernah Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” ujar Jibril menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu semakin memburu. Malaikat maut didesak waktu. Ia harus segera menunaikan tugasnya. Apabila ajal telah tiba, tidak ada yang bisa menahan barang sedetik, tidak juga ada yang mampu mengulurnya, demikian janji Allah kepada seluruh manusia. Perlahan-lahan Israil menarik ruh Rasulullah dari jasadnya yang semakin melemah. Rasulullah bersimbah keringat di sekujur tubuhnya. "Aduhai Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengaduh perlahan. Suaranya lirih. Mata Fatimah Az-Zahra terpejam. Ali tertunduk dalam diam di sampingnya. Malaikat pengantar wahyu tak kuasa melihat penderitaan kekasih Allah, dibuangnya mukanya jauh-jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau jijik melihatku, hingga kau palingkan wajahmu dariku?" tanya Nabi kepada Jibril. "Siapa yang mampu melihat penderitaan kekasih Allah direngut nyawanya?" ujar Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuasa menahan sakit, Rasulullah memekik. "Ya Allah, betapa sakitnya maut ini. Timpakan semua siksa maut ini kepadaku. Jangan kau berikan kepada ummatku." Sekujur tubuh Rasulullah, dari kaki hingga dada, sudah mulai terasa dingin. Di penghujung ajalnya, ketika nafas tinggal satu-satu meninggalkan rongga dadanya, bibirnya bergerak seperti hendak mengatakan sesuatu. Ia masih ingin mengatakan sesuatu. Menantu Rasulullah yang berada di sampingnya segera mendekatkan telinganya, mendengar dengan sangat seksama. "Uushiikum bis-shalah, wa maa malakat aimanukum." Itulah kalimatnya yang keluar. "Peliharalah shalat, dan santunilah budak-budak di antaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar rumah, suara tangis para sahabat mulai terdengar bersahutan. Di sisa terakhir tenaganya yang tertinggal, Rasulullah masih berupaya mengucapkan sesuatu. Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai membiru. "Ummatii, ummatii, ummatiii..." "Umatku, umatku, umatku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyawapun meregang, lepas dari jasad Rasulullah. Tangispun meledak. Semua sahabat merasa telah kehilangan manusia yang paling mereka cintai, manusia yang memiliki sebaik-baik akhlaq, yang sejak muda bergelar Al-Amin, Yang Terpercaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-4139775321918568389?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/4139775321918568389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=4139775321918568389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4139775321918568389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4139775321918568389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2010/02/saat-saat-menjelang-ajal-menjemput.html' title='Saat-saat Menjelang Ajal Menjemput Muhammad SAW'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-8081600960777592950</id><published>2009-08-13T06:41:00.001-07:00</published><updated>2009-08-13T06:41:40.125-07:00</updated><title type='text'>TERORIS BUKAN MUJAHID ATAU MUJTAHID</title><content type='html'>Kaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal, Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan. Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila&lt;br /&gt;Namun, malang. Ternyata Laila tidak mengiyakan omongan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kurang lebih keadaan mereka. Dengan tanpa malu-malu, mereka mengaku sebagai barisan mujahidin dan menobatkan diri sebagai mujtahid. Bagaimana mungkin orang yang gemar menebar kekacauan dan kerusakan di atas muka bumi dengan membunuh nyawa tanpa hak layak untuk disebut sebagai mujahid, apalagi dinobatkan sebagai mujtahid? Allahul musta’an! Di manakah akal mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang salah sangka&lt;br /&gt;Saudaraku sekalian, marilah kita renungkan barang sejenak fenomena yang menyayat hati ini. Para pemuda yang jahil/tidak mengerti syari’at Islam dengan mudahnya ditipu oleh mujahid dan mujtahid gadungan. Sehingga akhirnya nyawa mereka sendiri pun mereka relakan -dengan aksi bom bunuh diri- untuk memperjuangkan apa yang mereka kira sebagai sebuah jihad dan pengorbanan untuk agama. Aduhai, alangkah malang nasib mereka. Tidakkah mereka ingat akan sebuah firman Allah yang menceritakan keadaan orang-orang seperti mereka, yang bersusah payah melakukan suatu usaha dan menyangka telah mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi agamanya. Padahal kenyataannya mereka adalah orang yang paling merugi amalnya. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalnya. Yaitu orang-orang yang sia-sia usahanya di dunia sementara mereka mengira telah melakukan sesuatu kebaikan dengan sebaik-baiknya.” (QS. al-Kahfi: 103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib, ad-Dhahhak dan para ulama lainnya bahwa golongan yang termasuk dalam cakupan ayat ini adalah kaum Haruriyah/Khawarij. Meskipun ayat ini juga mencakup celaan bagi Yahudi dan Nasrani. Sehingga Ibnu Katsir menyimpulkan, “Sesungguhnya ayat ini berlaku umum bagi siapa saja yang beribadah kepada Allah namun tidak di atas jalan yang diridhai Allah. Dia menyangka bahwa dia berada di pihak yang benar dan amalnya akan diterima. Padahal, sebenarnya dia adalah orang yang bersalah dan amalnya tertolak.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/151-152])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram bicara agama tanpa ilmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku sekalian, sesungguhnya kemuliaan Islam ini akan ternoda tatkala orang yang bukan ahlinya berbicara tentang sesuatu yang menyangkut ajaran agama. Tidakkah kita ingat firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. al-Isra’: 36)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-8081600960777592950?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/8081600960777592950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=8081600960777592950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/8081600960777592950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/8081600960777592950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/08/teroris-bukan-mujahid-atau-mujtahid.html' title='TERORIS BUKAN MUJAHID ATAU MUJTAHID'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-8994024033772651182</id><published>2009-06-23T05:04:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T05:04:32.803-07:00</updated><title type='text'>(inspiring) SHALAT SUBUH DI MASJID</title><content type='html'>Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditengah jalan menuju masjid , pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjalan menuju masjid .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlm perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berwudhu dan berjalan menuju masjid.&lt;br /&gt;Di tengah jalan menuju masjid ,&lt;br /&gt;dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menanyakan id entitas pria tsb, dan pria itu menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan&lt;br /&gt;ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sampai di masjid , pria pertama bertanya kepada pria yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kedua menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi, jawabannya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kedua menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah Setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan kemudian menjelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Saya melihat kamu berjalan ke masjid ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membersihkan badan dan kembali ke masjid ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memaafkan semua dosa2mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu tetap memutuskan kembali masjid .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasj id dgn selamat..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-8994024033772651182?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/8994024033772651182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=8994024033772651182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/8994024033772651182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/8994024033772651182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/06/inspiring-shalat-subuh-di-masjid.html' title='(inspiring) SHALAT SUBUH DI MASJID'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-3856616970035447354</id><published>2009-06-04T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T05:32:32.673-07:00</updated><title type='text'>TIANG MASJID MENGELUARKAN MINYAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/Sie-lSHCMaI/AAAAAAAAAGc/yihWVU9e2ro/s1600-h/tiangmesjid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/Sie-lSHCMaI/AAAAAAAAAGc/yihWVU9e2ro/s320/tiangmesjid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343449030624162210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang banyak menyimpan bukti sejarah perkembangan Islam, salah satunya Masjid Al-Mukarromah di Desa Banua Halat Kiri, Kabupaten Tapin.&lt;br /&gt;Masjid itu selalu diminati wisatawan karena salah satu tiang utama penopang masjid yang berarsitektur Banjar itu terus mengeluarkan minyak. Meski masjid itu telah berusia tua, minyak di tiang itu tidak pernah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan yang takjub dengan fenomena alam itu, salah satunya adalah rombongan dari PKK RT 19, Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin. Sebagian besar dari pengunjung itu mengaku takjub dengan kebesaran Allah SWT itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan shalat sunat masjid, rombongan itu dengan seksama memerhatikan secara detail sudut bangunan masjid bersejarah yang konon dibangun kembali untuk kedua kalinya pada 1862 itu. Mereka berebut mengelus sebuah tiang berminyak dengan kapas, tisu, hingga lembaran uang kertas. Berbagai niat dan permintaan pun mereka utarakan saat mengusap tiang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu adalah bukti kebesaran Allah SWT. Sebagai makhluk yang lemah, kita hanya bisa memohon kepada-Nya,” kata seorang ibu yang berharap agar dengan minyak itu dapat disembuhkan dari penyakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju masjid itu, pengunjung dapat menggunakan transportasi darat dari Kota Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar tiga jam atau berjarak kurang lebih 120 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola Masjid Al-Mukarromah, Yahya (51), mengatakan, masjid itu memiliki sejarah panjang. Tidak diketahui secara jelas kapan pertama kali dibangun oleh Datu Ujung dari Sumatera itu. Yang jelas, mesjid itu dibangun untuk kedua kalinya pada 1862 setelah sempat dibakar Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada saat terbakar, hampir seluruh material bangunan masjid yang berada di tepian sungai itu ludes. Yang tersisa hanya satu tiang utama yang kini terus mengeluarkan minyak itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008 masjid itu pernah mendapatkan penghargaan Muri karena tercatat sebagai penyelenggara kegiatan Baayun Maulid atau tradisi mengayun anak saat bulan Maulid. Jumlah peserta saat itu mencapai 1.544 orang yang diayun di berbagai lokasi di sekitar masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya menjadi pengelola sejak 1988, menggantikan ayahnya, Mawi, yang meninggal pada usia 70 tahun, dan telah bertindak sebagai pengelola selama 17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan masjid tua yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi itu kini banyak menarik perhatian kaum Muslim dari berbagai daerah, terutama pada bulan Maulid. Pengunjungnya pun dari berbagai daerah, seperti Pulau Jawa, atau sejumlah kota lain di Kalimantan, seperti Samarinda dan Palangkaraya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.kaskus.us&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-3856616970035447354?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/3856616970035447354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=3856616970035447354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/3856616970035447354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/3856616970035447354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/06/kalimantan-selatan-dikenal-sebagai.html' title='TIANG MASJID MENGELUARKAN MINYAK'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/Sie-lSHCMaI/AAAAAAAAAGc/yihWVU9e2ro/s72-c/tiangmesjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-1130804389617214460</id><published>2009-05-29T06:06:00.001-07:00</published><updated>2009-05-29T06:06:47.907-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Huruf Al-Qur'an</title><content type='html'>Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur’an, … kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, … saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, … agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang…;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, … kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, … dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, … akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur’an itu awalnya adalah bahasa wahyu (bahasa Allah) laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !! Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, … seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, … walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, … akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta …. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ dan pada Ba’ terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur’an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, … pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur’an (Al fatihah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ummul qur’an menyimpulkan inti ajaran Alquran :&lt;br /&gt;Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af’al dan Dzat Allah…Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur’an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba’ (dalam tata bahasa Arab sebagai ba’ sababiyah), artinya semua yang ada berasal dari huruf ba’ dengan sebab ismi (nama). Kalau di pisah bi- ismi- Allah (bismillah) semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu. Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun (kalam / wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, … sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad (cahaya terpuji), karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya. Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambilkan aku buah pohon itu disana itu&lt;br /&gt;Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia ….&lt;br /&gt;Belah dua-lah itu.&lt;br /&gt;Sudah terbelah, yang mulia&lt;br /&gt;Apakah yang kamu lihat ?&lt;br /&gt;Saya melihat biji yang amat kecil&lt;br /&gt;Belah dua-lah salah satu dari padanya&lt;br /&gt;Dia sudah terbelah, yang mulia&lt;br /&gt;Apakah yang kamu lihat didalamnya ?&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang halus ialah unsur hidup&lt;br /&gt;Yang tak tampak olehmu&lt;br /&gt;Dari yang halus itulah sebenar yang ada&lt;br /&gt;Yang dari padanya sekalian ini terjadi&lt;br /&gt;Itulah hakikat yang sejati,&lt;br /&gt;Itulah hidup&lt;br /&gt;Itulah kamu ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, … nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah (Aku telah Melihat Allah). Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan ‘huruf’ sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af’al (perbuatan-perbuatan) adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan, Asma dapat berbuat hanya dikarenakan Dzat Allah semata…dan sesungguhnya persoalannya berkisar bagaikan perkakas dan alat-alat dan huruf di dalam surga adalah merupakan alat-alat dan perkakas…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah:&lt;br /&gt;Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya….&lt;br /&gt;Secara berurutan terurai sebagai berikut …&lt;br /&gt;Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan&lt;br /&gt;Alqur’an adalah ayat-ayat kauliyah …&lt;br /&gt;Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah (bismillah)&lt;br /&gt;Asma terkandung kehendak …&lt;br /&gt;Kehendak terkandung dalam sifat…&lt;br /&gt;Sifat terkandung dalam Af’al&lt;br /&gt;Af’al terkandung pada Dzat&lt;br /&gt;Semua itu adalah hijab, karena asma, sifat, af’al bukanlah dzat itu sendiri … itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, … dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, … untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian semoga Allah membuka hati kita amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-1130804389617214460?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/1130804389617214460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=1130804389617214460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/1130804389617214460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/1130804389617214460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/05/rahasia-huruf-al-quran.html' title='Rahasia Huruf Al-Qur&apos;an'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-3172548303347651274</id><published>2009-05-11T06:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T06:29:15.336-07:00</updated><title type='text'>PENYUMBAT REZEKI</title><content type='html'>Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. ( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-3172548303347651274?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/3172548303347651274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=3172548303347651274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/3172548303347651274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/3172548303347651274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/05/penyumbat-rezeki.html' title='PENYUMBAT REZEKI'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-5983545954442278343</id><published>2009-01-04T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T05:20:20.059-08:00</updated><title type='text'>Tujuan Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>Tahukah Anda apa yang menjadi Tujuan utama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selama hidupnya di dunia? Beliau tidak berambisi untuk menjadi orang kaya, ataupun menjadi penguasa atau raja apalagi menjadi selebritis atau artis. Sama sekali tidak! Yang menjadi ambisi dan fokus perhatian beliau adalah bagaimana manusia di dunia menjadi orang beriman sehingga selamat di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berinteraksi dengan para sahabatnya yang telah masuk Islam menjadi orang beriman, maka sedapat mungkin beliau akan mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat iman-Islamnya sehingga keimanan mereka kepada Allah subhaanahu wa ta’aala kian meningkat. Dan bila beliau berinteraksi dengan orang bukan muslim, maka sedapat mungkin dengan penuh cinta beliau ajak orang itu memeluk agama Allah subhaanahu wa ta’aala agar selamat di dunia dan di akhirat. Beliau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berda’wah. Sebab beliau merupakan rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) melainkan agar menjadi rahmat bagi semesta alam. ” (QS Al-Anbiyaa 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah berfikir agar dirinya sendiri yang merasakan manisnya iman-Islam. Beliau sangat ingin berbagi kenikmatan rahmat Allah subhaanahu wa ta’aala bersama orang lain. Beliau tidak pernah berpretensi bahwa dirinya semata yang berhak masuk surga. Tetapi beliau ajak sebanyak mungkin manusia agar bersama dirinya menikmati jannah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ&lt;br /&gt;حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min.” (QS At-Taubah 128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita masih sangat jauh dari meneladani sikap beliau. Kita masih terlalu piawai dalam memberikan aneka alasan untukmengabaikan perintah Allah subhaanahu wa ta’aala, yakni berda’wah mengajak manusia ke jalan lurus Al-Islam. Kita masih membiarkan diri menjadi orang egois yang ingin masuk surga sendirian dan tidak peduli dengan orang lain. Apalagi jika orang lain itu adalah orang nonmuslim. Kadang kita beranggapan ”biarlah orang kafir masuk neraka.” Na’udzubillahi min dzaalika. Dengan dalih toleransi kita biarkan teman kerja, tetangga bahkan saudara kita sendiri, yang kebetulan non-muslim, tetap hidup dalam kesesatan di luar agama Allah subhaanahu wa ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis teringat sepuluh tahun yang lalu berkenalan dengan seorang muslim bule berkebangsaan Australia tinggal di Jakarta. Pada saat itu ia menyampaikan pengalaman pribadinya. Ia berkata: “Sebelum masuk Islam, saya sudah punya banyak kenalan orang Indonesia… tapi sayang, pak Ihsan, tidak ada seorangpun kawan saya saat itu yang pernah mengajak saya masuk Islam. Saya masuk Islam, Alhamdulillah, karena saya gemar membaca… hingga saya berjumpa dengan Al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris…lalu memperoleh hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’aala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu penulis samasekali tidak memiliki pretensi apapun atas ungkapan si kawan muslim Australia itu. Namun setelah mengikuti perjalanan da’wah dan mengamati kondisi ummat Islam di negeri tercinta, akhirnya kami sampai pada suatu kesimpulan bahwa apa yang dialami kawan bule itu bukan merupakan sebuah kasus khusus. Tampaknya itulah gambaran pada umumnya kondisi kita ummat Islam di Indonesia dalam mensikapi orang di luar Islam. Kita tidak pernah terfikir untuk mengajak mereka beriman bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita beranggapan bahwa yang namanya kegiatan da’wah adalah sebatas kegiatan tausyiah antar sesama muslim. Itulah sebabnya bila kata ”da’wah” terdengar, maka yang segera terbayang adalah kegiatan Khutbah Jum’at atau Tabligh Akbar atau Majelis Ta’lim di masjid. Padahal semua kegiatan tersebut adalah kegiatan penyampaian tausyiah dari seorang muslim kepada pendengar sesama muslim. Lalu bagaimana nasib orang-orang di luar Islam? Apakah mereka tidak berhak menerima nasihat dan ajakan ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala? Di mana bukti pengakuan kita bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan teladan kita? Kalau Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memiliki ambisi utama ingin melihat manusia beriman agar menjadi selamat di dunia dan di akhirat, lalu apa sesungguhnya ambisi utama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ayat yang memerintahkan kita berda’wah bersifat umum. Ia tidak membatasi kita agar hanya mengajak sesama muslim. Tetapi ia bersifat terbuka. Artinya, hendaknya siapapun di muka bumi yang kita berinteraksi dengannya, maka hendaklah ia diajak kepada jalan al-haq (kebenaran) ini. Siapapun berhak merasakan manisnya iman-Islam sebagaimana kita selama ini merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah/arif-bijaksana/wisdom dan pelajaran yang baik dan bantahlah/beradu pendapatlah (dengan) mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AnNahl ayat 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita ajak ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, maka sisanya kita serahkan kepada Allah. ”Sesungguhnya Rabbmu (Allah) lebih mengetahui tentang siapa yang (bakal tetap) tersesat dari jalan-Nya (setelah diajak) dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang (pantas) mendapat petunjuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langi...-wa-sallam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-5983545954442278343?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/5983545954442278343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=5983545954442278343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5983545954442278343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5983545954442278343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/01/tujuan-nabi-muhammad-saw.html' title='Tujuan Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-5087195552905116440</id><published>2009-01-02T21:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T21:40:07.398-08:00</updated><title type='text'>FIRQAH DALAM ISLAM</title><content type='html'>Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (faham/golongan) dalam lingkungan umat, dimana satu dengan lainnya bertentangan faham secara tajam dan sulit untuk didamaikan, apalagi disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah menjadi fakta sejarah yang tidak dapat dirubah lagi dan sudah menjadi pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku agama terutama buku-buku Ushuluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku-buku Ushuluddin itu terdapat beberapa nama firqah, antara lain; Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah, Ibnu Taimiyah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak terlalu mengherankan karena Nabi Muhammad SAW semasa hidup telah mengabarkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang menerangkan tentang adanya firqah-firqah ini antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwasanya siapa yang hidup (lama) di antara kamu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada di lingkungan ummatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku” (HR Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (maksudnya firman-firman Allah SWT yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dalam hadits ini bahwa akan ada sekumpulan orang-orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasarkan Al Quran dan hadits, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanan itu keluar dari dirinya secepat anak panah meninggalkan busurnya. Maksudnya adalah bahwa mereka banyak berbicara tentang Al-Quran dan hadits, tetapi mereka tidak melaksanakan tuntunan agama seperti shalat, puasa dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua firqah dari ummatku yang pada hakekatnya mereka tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murjiah dan kaum Qadariyah” (HR Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firqah Murjiah dan Qadariyah tak ada hubungannya dengan Islam, kata Nabi Muhammad SAW. Na’udzubillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Bagi tiap-tiap ummat ada majusinya, dan majusi ummatku adalah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok dajjal. Memang Tuhan berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok dajjal” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah” (HR Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “siapakah yang satu itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu adalah orang yang berpegang (ber-i’tiqad) sebagai peganganku (i’tiqad-ku) dan pegangan sahabat-sahabatku” (HR Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk surga dan yang lain masuk neraka”. Bertanya para sahabat, “siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ahlussunnah wal Jama’ah” (HR Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mengandung arti dan maksud seperti ini juga terdapat dalam buku Al Milal wan Nihal karangan Syahrastani (wafat 1127M/548H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada segolongan ummatku yang tetap atas kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hadits-hadits yang sahih ini dapat diambil kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nabi Muhammad SAW mengabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan ummat Islam secara mu’jizat, yaitu mengabarkan hal-hal yang akan terjadi. Kabar ini tentu Beliau terima dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesudah Nabi wafat akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 faham (i’tiqad/firqah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang sok aksi mengeluarkan dalil-dalil dari Al-Quran, tetapi keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada dua golongan yang tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu faham Murjiah dan Qadariyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi, padahal tidak ada lagi Nabi sesudah Nabi Muhammad SAW. Dan ada orang-orang Khawarij yang paling jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Di antara 73 golongan itu ada satu yang benar yaitu golongan Ahlussunnah wal Jama’ah yang selalu berpegang teguh kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran i’tiqad-nya sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan sekarang, dan dengan meneliti sejarah perkembangan Islam sejak abad pertama Hijriyah hingga sekarang, apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW telah terjadi dengan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku Bugyatul Mustarsyidin karangan Mufti Sheikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang terkenal dengan gelar Ba’Alawi, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Kairo (Mesir) tahun 1960M/1381H, halaman 398, bahwa 72 firqah yang sesat itu bertumpu pada 7 firqah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Faham Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak mengakui Khalifah Rasyidin yang lain seperti Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, Khalifah Umar Ibnu Khattab dan Khalifah Utsman bin Affan. Kaum Syi’ah terpecah menjadi 22 aliran, termasuk di antaranya adalah Kaum Bahaiyah dan Kaum Ahmadiyah Qad-yan.&lt;br /&gt;   2. Faham Khawarij, yaitu kaum kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina Ali bin Abi Thalib, bahkan di antaranya ada yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij terpecah menjadi 20 aliran.&lt;br /&gt;   3. Faham Mu’tazilah, yaitu kaum yang berfaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam surga, orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad SAW hanya dengan roh saja, dll. Kaum Mu’tazilah terpecah menjadi 20 aliran, termasuk di antaranya adalah Kaum Qadariyah.&lt;br /&gt;   4. Faham Murjiah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat maksiat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat jika sudah beriman, sebaliknya membuat kebaikan dan kebajikan tidak bermanfaat jika kafir. Kaum ini terpecah menjadi 5 aliran.&lt;br /&gt;   5. Faham Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yaitu dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah terpecah menjadi 3 aliran.&lt;br /&gt;   6. Faham Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.&lt;br /&gt;   7. Faham Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik dan turun tangga dll. Kaum ini hanya 1 aliran saja. Kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan ini, dan Kaum Wahabi adalah termasuk kaum pelaksana dari faham Ibnu Taimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditambah dengan 1 aliran lagi yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah maka menjadi 73 firqah, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits Imam Tarmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aswaja.net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-5087195552905116440?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/5087195552905116440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=5087195552905116440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5087195552905116440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5087195552905116440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/01/firqah-dalam-islam.html' title='FIRQAH DALAM ISLAM'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-9054714935345213553</id><published>2009-01-02T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T21:39:07.827-08:00</updated><title type='text'>Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat</title><content type='html'>HARUN YAHYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Katolik dan Perkembangan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatu pada Pijakan Bersama: "Monoteisme"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran, 3: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.(harunyahya.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-9054714935345213553?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/9054714935345213553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=9054714935345213553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/9054714935345213553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/9054714935345213553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/01/islam-agama-yang-berkembang-paling.html' title='Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-5719575525675383527</id><published>2009-01-02T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T21:33:45.339-08:00</updated><title type='text'>TERNYATA SELAMA INI ANDA MEMBANTU YAHUDI</title><content type='html'>Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi itu tak ada sangkut paut dengan sikap keberpihakan pada Yahudi. Bahkan ketika salah seorang pemain Extravaganza mengenakan kalung bergambar "Bintang David" atau penyanyi Ahmad Dani  bangga gambar itu, seolah-olah tak ada sangkut-pautnya. Siapa bilang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi tak berdampak apa-apa. Padahal Yahudi sendiri mengatakan, 54 cara, Anda telah membantunya . Apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak misinformasi di luaran sana. Terutama ketika sebuah insiden terjadi di Israel. Kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel (www.mfa.gov.il) dan situs Pertahanan Israel (www.idf.il) guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel,” demikian bunyi poin ke 33 dari “54 Cara Bagaimana Mendukung Israel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi, mengibarkan bendera Israel bahkan sekedar memakai kalung “Bintang David” tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Israel. Siapa bilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringan dan tidak terlalu berat. Cukup membaca berita dari sudut pandang Israel, Anda sudah dianggap “mendukung zionis”. Bahkan Anda tidak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk dikirim ke Yerusalem atau Israel, yang jelas-jelas lebih kelihatan dianggap menyumbang Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tips seperti itulah yang digalakkan kalangan Zionis-Israel untuk mendapatkan simpati dunia, bahwa dirinya ada dipihak yang benar. Sekurang-kurangnya, Anda bersimpati atas tindakannya sudah bentuk dukungan moril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi itu tak ada sangkut paut dengan sikap keberpihakan pada Yahudi. Bahkan ketika salah seorang pemain Extravaganza di sebuah stasiun televisi swasta kita mengenakan kalung bergambar “Bintang David” yang nota bene adalah lambang dan bendera Israel tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Zionis-Israel. Siapa bilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah baik-baik beberapa pesan dari media-media Yahudi di bawah ini. Juli lalu --terutama ketika Zionis-Israel banyak mendapat tekanan dunia karena menyerang Libanon-- bermunculan pesan melalui internet—berupa kampanye menggalang opini Yahudi-Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana. Rata-rata mengajak orang berempati dan bersimpati, syukur-syukur memberikan dukungan uang dana dan investasi ke tanah Israel. Jika uang dan investasi tak punya, cukup kiriman bunga. Jika itu tak bisa pula, dukunglah dengan do'a atau besimpatilah atas banyaknya warga Israel yang meninggal oleh bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media Yahudi itu bisa Anda klik, di www.ou.org/israel/ dan http://www.ujc.org/ Situs ini memberikan 10 tips bagaimana harus mendukung Yahudi. Ada juga situs www.25waystohelpisrael.com, yang memberikan 25 tips bagaimana seharusnya Anda bisa membantu Yahudi. Yang paling banyak adalah situs http://www.aish.com/ Karena tidak tanggung-tanggung, mengeluarkan petunjuk "54 Ways You Can Help Israel" [54 cara Anda bisa mendukung Israel]. Namun umumnya, semua tips itu banyak kemiripan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa saja yang dianggap mendukung kaum Zionis itu? Diantaranya; membeli produk Yahudi, unjuk rasa mendukung Yahudi atau Israel, melakukan perjalanan ke Israel, menulis surat dukungan terhadap berdirinya Negara Israel Raya baik ke pihak terkait (termasuk ke Gedung Putih) dan mengibarkan bendera atau simbol-simbol Israel (Yahudi). Sekurang-kurangnya bersimpati denganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah 10 cara, yang kemungkinan sering kita lakukan secara tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membeli produk serta jasa AS/Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Yahudi &amp; Israel, peran ini sangat vital. Situs Yahudi, http://www.aish.com/ menulis, dengan penderitaan ekonomi yang Kami (Israel) alami, membeli produk Yahudi sama halnya meningkatkan ekspor Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berkunjung ke Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kunjungi Israel untuk berlibur, sekolah, atau menjumpai keluarga. Dorong organisasi-organisasi lokal Anda untuk mensponsori kunjungan in, dalam bentuk study tour, religious tour, Bar/Bat Mitzvah tour-- bisa untukk 3-10 hari. Habiskan sebanyak mungkin uang Anda untuk membantu ekonomi Israel. “Hotel, toko, restoran di Israel kekurangan turis, “ demikian tulis media Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengunjungi Israel akan menunjukkan kepada orang-orang Israel bahwa Anda peduli, dan akan membuat perbedaan yang hebat. Buatlah motto; "Turisme melawan Terorisme!", " tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengibarkan bendera atau lambang Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Israel, dukungan tak harus uang atau dana. Cukup mengibarkan bendera atau simbol-simbol Yahudi lain, Anda sudah ikut memberikan harapan dan support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tak menyangka, sekedar memakai kalung "Bintang David" saja adalah sebuah dukungan. "Kibarkan bendera Israel di depan rumah Anda, gereja dll. Biarkan semua orang tahu bahwa Anda bangga terhadap Israel. Pasang sebuah stiker bertuliskan "Saya Mendukung Israel" di belakang mobil. Pakailah pin gambar bendera kombinasi Amerika/Israel. Jika Anda tidak dapat menemukan bendera Israel, buatlah sendiri, atau suruh anak-anak kecil menggambarnya, lalu pasang di jendela atau kantor, “ demikian dikutip dari http://www.aish.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meyakini Holocaust&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holocaust adalah istilah yang sering dikutip kalangan Yahudi tentang adanya pembantaian massa puluhan juta penganutnya oleh Nazi di kamp Treblinka II di Polandia. Namun penelitian membuktikan tak ada pembantaian kaum Yahudi di kamar gas. Istilah itu dimunculkan guna mencari simpati dunia. Jika yakin, Anda telah mendukungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belajarlah tentang holocaust untuk membantu kita mengerti dalamnya anti-Yahudi (anti-Semit) dan akar penyebabnya. Bungkamlah seluruh bahasa anti-Semit dimanapun Anda berada. Bersiaplah melawan kebencian mereka, apapun konsekuensinya, " tulis media Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak Berpihak pada Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski di pihak terdzalimi dan dijajah, media Barat (bahkan pers Indonesia) kerap memposisikan Palestina sebagai kelompok radikal. Sebalinya, Israel (meski penjajah) di pihak yang benar (dalam posisi menumpas terorisme). Jika Anda yakini itu, Anda telah membantu Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersimpati pada Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup bersimpati saja, sudah dukungan. Kata kaum Yahudi, "Banyak misinformasi di luar sana. Ketika sebuah insiden terjadi di Israel, kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel www.mfa.gov.il dan Kekuatan Pertahanan Israel www.idf.il/english/news/main.stm guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Belajar bahasa Yahudi &amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mempelajari Taurat (Tora)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk poit 7 &amp; 8, jika dimaksudkan untuk semakin mendakatkan hati Anda dengan bangsa Yahudi dan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berinvestasi ke Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mendukung berdirinya Negara Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasanya, mengakui berdirinya Negeri Israel sama halnya membenarkan Zionisme-Israel atas tindakannya menjajah dan menyerobot tanah sah rakyat Palestina. Nah, apakah Anda termasuk diantara 10 hal yang telah disebutkan? (Hidayatullah/dakta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(swaramuslim.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-5719575525675383527?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/5719575525675383527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=5719575525675383527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5719575525675383527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5719575525675383527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2009/01/banyak-orang-menilai-membeli-produk.html' title='TERNYATA SELAMA INI ANDA MEMBANTU YAHUDI'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-9179951004900020833</id><published>2008-11-26T06:47:00.001-08:00</published><updated>2008-11-26T06:47:46.278-08:00</updated><title type='text'>MENGKRITIK DENGAN MANHAJ SYAR'I</title><content type='html'>Kalau seandainya perkara menerangkan kepada ummat tentang yang haq dan menjauhkan dari perkara yang batil itu merupakan ghibah, tentu Rasulullah telah berghibah, para shahabat telah berghibah, ibnu Umar telah mengghibah Qodariyah, Ibnu Abbas telah mengghibah khawarij, maka tentu juga para tabiin telah telah berghibah dan semua ulama Islam telah berghibah, dan ini perkara yang mustahil bagi mereka, karena mereka bukan orang-orang yang tidak tahu tentang ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi washolatu wassalamu ‘ala rasulillah, segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah, amma ba’du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qola Syaikh Rabi’ bn Hadi Al Madkholi Hafidzohullah : Al Amru bil Ma’ruf wa nahyi ‘anil munkar, memerintah kepada yang baik mencegah dari perkara yang munkar adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ummat ini, dan juga merupakan kewajiban-kewajiban yang paling besar dimana agama tidak akan tegak kecuali dengan keduanya, yang pertama adalah amar ma’ruf dan yang kedua adalah nahyi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Bayan, keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerangkan perkara yang haq kehadapan manusia dan tidak menyembunyikannya adalah perkara yang besar yang di dalamnya terdapat janji yang besar yaitu berupa pahala bagi orang- orang yang menjelaskan dan menyampaikannya ke hadapan manusia, menyampaikan al-’ilmu dan agama Allah subhanahu wa ta’ala. Sebaliknya ancaman yang keras atas orang-orang yang menyembunyikannya. Allah berfirman dalam al Baqoroh : 159:” Sesngguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk seteah kami terangkan di dalam al kitab maka sesunguhnya mereka itu dilaknat oleh Allah dan mendapatkan la’nat dari orang-orang yang melaknat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yaitu menerangkan perkara yang haq kepada manusia dan mengajak orang untuk loyal kepada ahlinya serta menjauhkan manusia dari perkara yang batil dan memerintahkan untuk meninggalkan para ahli batil, itu ditolak dan dikaitkan oleh ahli bid’ah dan ahlul dolal dan sufiyah dengan perkara al Ghibah. Nah seperti inilah ya ikhwan ahlul bid’ah ketika dikritik mereka akan mencari seribu alasan untuk menghindar dari kritikan itu. Dan Allahul musta’an ketika kita berbicara tentang sii fulan, atau jamaah fulan maka akan datang serta merta bersama itu tuduhan-tuduhan ghibah. Ummat sekarang ini sudah banyak tidak tahu tentang masalah ghibah. Adapun ahlul bid’ah, makanya ya ikhwan, tentunya tidak mau jika aurot kesesatan mereka itu terbongkar sehingga mereka bersembunyi dengan alasan ghibah. Miskin.. memang mereka ini ahli bid’ah, miskin.. ahlul dholal dan orang-orang sufiyah ini yang biasa senyum disana senyum disini yang damai disana dan damai disini, semua dianggapnya sebagai kawan bahkan orang- orang kafir pun dianggap kawan uhffilakum dari mereka-mereka ini ya ikhwaan, hindarkan diri diri kita dari mereka yang mengatakan demikinan. Na’am , jadi kita jelaskan sekali lagi jadi ahlil bid’ah bersembunyi dari kritikan-kritikan itu dibalik alasan ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Allahul musta’an ketika ana menulis tentang Abu Qotadah, maka dengan serta merta datang tanggapan-tanggapan yang hampir semua mengatakan, …ini ghibah ya akhi, dia seorang da’i tauhid ya akhi… dia seorang da’i yang menyerukan untuk meninggalkan bid’ah ya akhi.. . Maka saya katakan pada mereka aku tidak peduli walaupun 500 orang atau 2000 orang mengenal sunnah melalui tangannya Abu Qotadah, mengenal bid’ah melalui tangannya Abu Qotadah , tetapi kalau orang itu tidak lurus dan malah bermuamalah dengan ahlul bid’ah. Ya opo? (bagaimana, red) … Apa artinya? Hal ini semua tidaklah menjadikan saya untuk diam berbicara tentangnya. Orang-orang munafiq mereka mempunyai kebaikan, tetapi tidak sedikitpun Allah menyatakan pujiannya di dalam Al Qur’an. Orang- orang khawarij, Masya Allah, bacaan quran mereka , jidat-jidat meraka hitam, tetapi Roulullah tetap mencerca mereka, bahkan A’isyah Radhiallahu ‘anha mengatakan mereka kilabu ahlinnar, anjing neraka. Na’am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seandainya perkara menerangkan kepada ummat tentang yang haq dan menjauhkan dari perkara yang batil itu merupakan ghibah, tentu Rasulullah telah berghibah, para shahabat telah berghibah, ibnu Umar telah mengghibah Qodariyah, Ibnu Abbas telah mengghibah khawarij, maka tentu juga para tabiin telah telah berghibah dan semua ulama Islam telah berghibah, dan ini perkara yang mustahil bagi mereka, karena mereka bukan orang-orang yang tidak tahu tentang ghibah. Dan kita nasehatkan juga kepada orang-orang kecil itu untuk pelajari ghibah, membahas secara khusus tentang ghibah agar mereka mengetahui seperti apa yang dinamakan ghibah dan seperti apa yang dinamakan mengkritik secara syar’i. na’am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qola [Syaikh Rabi'] : Wal ghibah Laa Syak annaha haroomun …, dan tidak ragu lagi bahwa ghibah merupakan perkara yang diharamkan dan juga melanggar kehormatan muslimin serta darah-darahnya serta harta-hartanya juga perkara yang diharamkan. Demikianlah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkhutbah pada hari idul adha seperti yang diriwayatkan dari Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: beliau [Rasul] bertanya hari apakah ini? Maka para sahabatnya menjawab Allah dan RasulNya lebih mengetahui, lalu kami diam. Lalu Rasul bertanya lagi, bukankah ini hari Adha? Para sahabat menjawab benar ya Rasulullah, Lalu Rasulullah bertanya lagi, Bulan apakah ini? Para Sahabat menjawab: Allah dan Rasulnya lebih mengetahui, lalu kami diam sehngga kami mengira bahwasanya Rasul akan menyebutnya dengan nama lain. Rasul bertanya lagi, apakah ini bulan haram?, ..ya’ni para sahabat sebenarnya tahu bahwa ini bulan haram tetapi khawatir Rasullullah akan menyebut bulan haram dengan sebutan lain. …Lalu kami jawab, benar ya Rasulullah. Lalu Rasulullah bertanya lagi Negeri Apa ini? Lalu kami diam sampai-sampai kami mengira rosul akan menyebutkan negeri itu dengan negri lain, lalu Rasul bertanya lagi : bukankah ini Negeri Haram (dimana tanah suci Makkah dan Madinah ada padanya, red)yang telah ma’ruf, diketahui dan masyhur ? maka para sahabat pun mengetahui bahwa negeri itu negeri Haram, lalu sahabat mejawab: benar ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian darah-darah kalian dan harta- harta kalian serta kehormatan-kehormatan kalian seperti keharamannya pada hari ini, ya’ni yang memiliki kehormatan, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini” (Muttaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah bahwa dengan hadits yang disampaikan atau diriwayatkan dari Abu Bakroh ini merupakan suatu dalil bahwasannya ghibah itu adalah aperkara yang diharamkan, tetapi masalahnya jangan sampai perkara yang ghibah dikatakan ghibah dan yang bukan ghibah juga dikatakan ghibah. Harus ada yang pembedaan antara yang ghibah dan yang bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap menceritakan kejelekan orang lain itu disebut ghibah tetapi harus melihat sisi-sisi ketentuan dari perkara itu, tidak mungkin ya ikhwan para ulama para ahli hadits ketika menceritakan tentang fulan do’if, fulan kadzab, fulan begini dan begini , itu dikatakan ghibah. Apakah ada yang mengatakan ini ghibah? Kalau ada orang ini telah majnun [gila], yaa. Tidak mungkin, ya ikhwan, masalah yang seperti ini disebut ghibah. Ar Rasul shalallahu’alaihi wassalam pernah menceritakan tentang Abu Jahm, Rasul juga telah menceitakan tentang Muawiyah ketika mereka ingin meminang seorang shohabiyah lalu kemudian dua orang ini kembali, lalu rosul menceritakan tentang dua orang ini . Kedua orang ini ketika diceritakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mereka tidak ada di tempat. Apakah kita katakan bahwa Rasulullah telah berghibah, sementara Rasulullah sendiri yang bersabda dalam hadits ini Allah mengharamkan darah-darah kalian, mengharamkan harta-harta kalian dan mengharamkan kehormatan- kehormatan kalian, na’am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu subhanahu wata’ala berfirman dalam AlQuran surat Al Hujurot :12 : ” Wahai orang - orang yang beriman, jauhilah oleh kalian banyak prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa, dan janganlah kalian saling intai mengintai, dan janganlah kalian salng ghibah mengghibah, apakah kalian menyukai memakan daging saudaranya yang telah menjadi bangkai, tentu kalian membencinya” [Qola Syaikh Rabi ] Laa syak …,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ragu lagi bahwasannya daging-daging kaum muslimin ini hukumnya haram, diharamkan bagi seseorang untuk membunuh kaum muslimin, dan orang yang mengghibah saudaranya seolah-olah ia sedang memakan bangkai, dan siapa orang yang sanggup untuk memakan bangkai yang sudah busuk, tentu tidak ada. Tentu saja setiap jiwa ini menolaknya. Akan tetapi demi tercapainya kemaslahatan dan demi tercapainya maksud-maksud Islam, demi terproteksi nya agama ini serta terjaganya agama ini, maka Allah subhnahu wa ta’ala membolehkan perkara-perkara yang kadang-kadang bentuknya seperti ghibah tapi ia tidak termasuk di dalam ghibah. Maka seorang manusia yang salah yang terjatuh ke dalam kesalahan dan diperingatkan atas kesalahannya itu maka ini adalah perkara yang wajib dan harus dilakukan, dan ini disebut nasihat, disebut pula sebagai bayan sebagai penjelasan, maka ini adalah perkara ushul, mendasar dalam Islam yang harus di tegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kalau tidak ada yang menegakkan akan tercampur aduklah antara yang haq dan yang batil sementara Allah mengatakan ” ditampakkannya yang haq itu dalam rangka menggempur yang batil ” sementara kalau yang haq ini tidak digunakan untuk menggempur yang batil maka bisa jadi akan tercampur dengan yang batil atau bahkan kebalikkannya yang batil akan menggempur yang haq. Na’am, bila sunnah itu mati maka bid’ah yang akan hidup bila sunnah itu hidup maka bid’ah yang akan mati. Dan demikianlah ya ikhwan, jadi kita memperingati orang yang ada padanya mukholafah, yang ada padanya penyimpangan, kemudian kita ingatkan, ini adalah nasihat, dan juga bayan, bukan termasuk permasalahan ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qola [syaikh] tujuannya agar agama ini tidak hancur, .karena juga kita harus ketahui bahwa betapa banyaknya manusia yang telah bersalah dan betapa banyak nya yang telah terjerumus pada kesalahan dan sangat banyak sekali manusia–manusia yang terjerumus dalam kesesatan yang hawa nafsu telah menyetirnya, wal iyadubillah, bahkan sebagian orang-orang sholeh juga yang telah disetir oleh hawa nafsunya sehingga hawa nafsunya juga telah mengalahkan dirinya akhirnya orang sholeh itu terjerumus kedalam ke salahan dan berbicara tentang Allah tanpa ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’am, bila kita sudah melihat kenyataan seperti ini, tentu sangatlah harus adanya tanbih dan sangatlah harus adanya nasihat, bila kita ketahui bahwasannya mujtamaul muslimin, masyarakat muslimin itu banyak yang terjatuh pada kesalahan bahkan bukan masyarakat muslimin saja tetapi dai’-dainya juga yang dulunya sholeh kemudian menjadi tholeh (sesat, red), yang dulunya sholeh terjerumus ke dalam kesesatan maka ketika ini wajib hukumnya meberikan bayan, keterangan, memberikan nasihat memberikan tanbih (peringatan, red) kepada ummat dari kesalahan yang dilakukannya agar ummat ini tidak mengikuti kesalahan yang diikutinya, na’am bila dibiarkan tentu mafsadah yang lebih besar. Kerusakan yang lebih menyebar luas, na’am.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qola [Syaikh] dan inilah diantara kelebihan–kelebihan di ummat ini yang membedakan antara ummat ini dengan ummat lainnya, dan diantara kelebihan itu diantaranya bahwasannya Allah melebihkan din ini di atas agama-agama yang lainnya dimana Allah menjanjikan untuk menjaga Agama ini, Allah berfirman: ” Sesungguhnya Kami yang menurunkan ad Dzikro dan Kami pulalah yang menjaganya” maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga din ini melalui tangan tangan ummat ini yang Allah telah memujinya dalam firmanNya : “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia dalam rangka memerintah kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan kalian beriman pada Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ya ikhwan, jadilah para pembela-pembela agama Allah, jadilah pembela-pembela Sunnah Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam. Na’am, kita yakin bahwasannya Allah telah menjaga agama ini dengan penjagaan Allah ini melalui tangan-tangan kita, na’am, melalui kesungguhan kita untuk menjaganya dari perkara-perkara yang baru, dan perkara-perkara yang batil sekalipun. Na’am, oleh karena itu maka jadilah kalian pembela-pembela sunnah, jadilah kalian pembela Allah dengan membela agamaNya. Lebih baik bagi kita ya ikhwan memiliki musuh seluruh isi dunia dari pada kita memiliki musuh Allah di akhirat nanti gara-gara kita tidak mau menjadi pembela agamaNya. Lebih baik kita mempunyai musuh sejuta atau dua juta atau berjuta- juta di dunia ini dari pada kita mempunyai musuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam karena kita tidak mau membela Sunnahnya. Ini ya ikhwan yang perlu kita tegaskan. Na’am, kita nyatakan yang haq itu adalah haq dan yang batil adalah batil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qola [syaikh] maka diantara yang termasuk ke dalam amar ma’ruf nahi munkar itu adalah mengkritik kesalahan-kesalahan dan menerangkannya serta menjelakannya ke hadapan manusia dan ini bagian dari amar ma’ruf nahi munkar dan mengokohkan ummat ini di atas dinullah, dan mengusir atau menghilangkan penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan pelanggaran yang dilakukan ahli batil atas agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cukupkan dulu sampai sini, karena sepertiya sudah sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu alla lailaha ila anta astaghfiruka wa atubu ilaika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Transkrip rekaman kaset ta’lim, Pembicara Ustadz Abu Hamzah Yusuf, Tempat : Masjid LIPI, Dago, Bandung, Waktu : Ahad tanggal 12 Oktober 2003 pukul 14.00-16.00, Kitab : Annaqdu Manhajussyar’i - kritikan dalam manhaj yang syar’i - karya : Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-9179951004900020833?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/9179951004900020833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=9179951004900020833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/9179951004900020833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/9179951004900020833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/mengkritik-dengan-manhaj-syari.html' title='MENGKRITIK DENGAN MANHAJ SYAR&apos;I'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-4479806662107186307</id><published>2008-11-26T06:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T06:45:08.905-08:00</updated><title type='text'>AKANKAH AMALKU DITERIMA?</title><content type='html'>Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yang tak kalah penting adalah mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan justru membuat Allah murka karena tidak memenuhi syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengarungi lautan hidup ini, banyak duri dan kerikil yang harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yang berlaku pada hidup setiap orang. Di antara manusia ada yang berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yang tidak mampu menyingkirkannya sehingga harus terkapar dalam kubang kegagalan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. Maka, untuk menyingkirkannya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit. Kita takut kalau seandainya kegagalan hidup itu berakhir dengan murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi, sementara kesempatan sudah tidak ada? Dan akankah ada yang merasa kasihan kepada kita padahal setiap orang bernasib sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum semua itu terjadi, kini kesempatan bagi kita untuk menjawabnya dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yang terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dalam Al Qur’an bahwa satu-satunya jalan itu adalah dengan beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan orang-orang yang saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ’Ashr: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dengan masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dengan amal shaleh. Dan dengan waktu pula seseorang bisa terjerumus dalam perkara-perkara yang di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yang disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam ayat ini merupakan tanda kebahagiaan, kemenangan, dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat perkara inilah yang harus dimiliki dan diketahui oleh setiap orang ketika harus bertarung dengan kuatnya badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitabnya Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dalam Zadul Ma’ad (3/10), keempat perkara tersebut merupakan kiat untuk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawannya ketika kita dipaksa terjerumus ke dalam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan “Saya beriman”, memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan dirinya beriman, maka seseorang memiliki konsekuensi yang harus dijalankan dan ujian yang harus diterima, yaitu kesiapan untuk melaksanakan segala apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan, disukai atau tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekangnya untuk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yang ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yang akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dengan memperbudak diri di hadapan Allah dengan segala unsur pengagungan dan kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yang akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yang dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang-orang yang melaksanakan syari’at Allah, mencintai dan membela mereka, merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan untuk menerima segala ujian dan cobaan dalam mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tidak diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yang benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yang berdusta.” (Al Ankabut: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As Sa’dy dalam tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dalam ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa setiap orang yang mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada dirinya keimanan, tidak dibiarkan berada dalam satu keadaan saja, selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tidak ada yang akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandainya perkara keimanan itu demikian (tidak ada ujian dan gangguan dalam keimanannya), niscaya tidak bisa dibedakan mana yang benar-benar beriman dan siapa yang berpura-pura, serta tidak akan bisa dibedakan antara yang benar dan yang salah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka” (HR. Imam Tirmidzi dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri dan Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu ‘Anhuma dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no.992 dan 993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, iman adalah ucapan dan perbuatan. Yaitu, mengucapkan dengan lisan serta beramal dengan hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yang harus diwujudkan dalam kehidupan, yaitu amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yang sangat positif dalam menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yang ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yang hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yang demikian itu di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang telah dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.” (Ali Imran:133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As Sa’dy mengatakan dalam tafsirnya halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan untuk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dengan panjangnya yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang-orang yang bertakwa, merekalah yang pantas menjadi penduduknya dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas melalui ayat ini, Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya untuk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah, serta bersegera pula berusaha untuk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berlomba-lombalah kalian dalam kebajikan” (Al Baqarah: 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya halaman 55, Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dalam kebajikan merupakan perintah tambahan dalam melaksanakan kebajikan, karena berlomba- lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dengan sesempurna mungkin dan melaksanakannya dalam segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yang berlomba-lomba dalam kebaikan di dunia, maka dia akan menjadi orang pertama yang masuk ke dalam surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yang paling tinggi kedudukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah dengan jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk segera dan berlomba-lomba dalam amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh karena akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelapnya malam, di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman maka di pagi harinya dia menjadi kafir dan dia melelang agamanya dengan harta benda dunia.” (Shahih, HR Muslim no.117 dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran, di antaranya kewajiban berpegang dengan agama Allah dan bersegera untuk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yang akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yang lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kedudukan amal dalam kehidupan begitu besar dan mulia, maka Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita untuk meminta segala apa yang kita butuhkan dengan amal shaleh. Allah berfirman di dalam Al Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, mintalah tolong (kepada Allah) dengan penuh kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” (Al Baqarah:153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau kita telah beramal dengan penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Diterima Amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dalam kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dalam haditsnya. Syarat amal itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, amal harus dilaksanakan dengan keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahuwata’ala berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus”. (Al Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya amal-amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya.” (Shahih, HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterimanya amal adalah ikhlas, yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dengan keikhlasan maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, amal tersebut sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Shahih, HR Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang-orang yang mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar, harus ada kesesuaian amal tersebut dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan dalil yang penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri, penzina, pemabuk, pemakan riba’, pemakan harta anak yatim, perampok, penjudi, penipu, pelaku bid’ah (perkara- perkara yang diadakan dalam agama yang tidak ada contohnya dari Rasululah r ) dan bahkan kesyirikan tidak bisa kita salahkan, karena kita tidak mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dengan seseorang yang mencuri dengan niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seseorang melakukan bid’ah dengan niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adalah benar? Apakah orang yang meminta kepada makam wali dengan niat memuliakan wali itu adalah benar? Tentu jawabannya adalah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dalam sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh karena itu, sebelum melangkah untuk beramal hendaklah bertanya pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? Maka jawabannya adalah dengan kedua syarat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah berikutnya, juga bukan sekedar memperbanyak amal, akan tetapi benar atau tidaknya amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia Allah yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah yang paling bagus amalannya.” (Al Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tidak mengatakan yang paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yang paling baik amalnya dan tidak mengatakan yang paling banyak amalnya, yaitu amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam, sebagaimana yang telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-4479806662107186307?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/4479806662107186307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=4479806662107186307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4479806662107186307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4479806662107186307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/akankah-amalku-diterima.html' title='AKANKAH AMALKU DITERIMA?'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-5209135123171484948</id><published>2008-11-26T06:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T06:43:58.039-08:00</updated><title type='text'>YA UKHTI...... JAUHILA TABARRUJ</title><content type='html'>Apa itu Tabarruj…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini bersabda dalam Surah Al-Ahzab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(٣٣) ~ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا ¯&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul- Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS Al-Ahzab : 33 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;————————————————————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz~Dzahabi berkata dalam “Al~Kaba`ir” yakni “Di antara perbuatan yang menyebabkan para wanita mendapat laknat adalah menampakkan perhiasan emas dan permata yang ada di balik pakaiannya, memakai misk, anbar (nama sejenis minyak wangi) dan parfum jika keluar dari rumah, memakai pakaian-pakaian yang dicelup, sarung-sarung sutera dan penutup kepala yang pendek, bersamaan dengan itu dia memajangkan pakaian, meluaskan dan memanjangkan ujung lengan pakaian. Semua itu termasuk tabarruj yang Allah murkai. Allah murka kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Karena perbuatan-perbuatan ini yang banyak dilakukan wanita, Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“……. Aku memandang ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. - Bukhari dalam kitab Bad’ul Khalq bab Maa Ja’a fi Shifatil Jannah (kitab 59 bab 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. - Tirmidzi dalam kitab Shifatil Jahannam bab Maa Ja’a Anna Aktsara Ahli Nar An Nisa’ (kitab 40 bab 11 hadits ke-2602), dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2098 dari Ibnu Abbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. - Ahmad 2/297 dari Abu Hurairah. Dan hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ 1030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain berkata : “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah para wanita….’ “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Muslim 95, 2738. An Nasa’i 385)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Syaikh Al~Albani, pent.) berkata: “Islam telah bersikap keras dalam memperingatkan ummatnya dari perbuatan tabarruj ini hingga menyandingkannya dengan kesyirikan, zina, mencuri dan perbuatan haram lainnya. Itu terjadi ketika Nabi Shalallohu`alaihi wasallam membai`at para wanita agar mereka tidak melakukan hal-hal itu. Abdullah bin `Amr radhiyallahu`anhu berkata: Umaimah binti Ruqaiqah datang kepada Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam untuk berbai`at kepada beliau, maka beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan membai’atmu untuk engkau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, jangan engkau mencuri, berzina, membunuh anakmu, melakukan kebohongan yang engkau buat antara hadapanmu dan antara dua kakimu, jangan meratap dan jangan bertabarrujnya jahiliyyah dahulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bukan termasuk perkara terlarang sedikitpun jika pakaian wanita yang dia pakai berwarna putih atau hitam, sebagaimana yang dianggap oleh sebagian wanita yang komit terhadap Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dengan alasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;® Pertama : Sabda Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam yang berbunyi: “ Parfum wanita adalah yang jelas warnanya dan lembut harumnya … “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;® Kedua : Pengalaman para wanita sahabat, dengan kisah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 : Dari Ibrohim An Nakha’i bahwa dia masuk bersama Alqamah serta Al Aswad kepada isteri – isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia melihat mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 : Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata; Aku melihat Ummu Salamah mengenakan jilbab dan berselimut dengan pakaian yang dicelup ddengan warna mu`ashfar (campuran antara kuning dan merah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 : Dari Al qosim, yaitu Ibnu Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq dia berkata bahwa ‘Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan mu’ashfar, padahal dia waktu itu sedang ihram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah 120-123 dengan sedikit ringkasan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-5209135123171484948?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/5209135123171484948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=5209135123171484948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5209135123171484948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5209135123171484948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/ya-ukhti-jauhila-tabarruj.html' title='YA UKHTI...... JAUHILA TABARRUJ'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-4525782343476649718</id><published>2008-11-24T05:55:00.001-08:00</published><updated>2008-11-24T05:55:21.295-08:00</updated><title type='text'>IBADAH HAJI</title><content type='html'>Syarat, Rukun, dan Wajib Haji&lt;br /&gt;Syarat Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Islam&lt;br /&gt;   2. Akil Balig&lt;br /&gt;   3. Dewasa&lt;br /&gt;   4. Berakal&lt;br /&gt;   5. Waras&lt;br /&gt;   6. Orang merdeka (bukan budak)&lt;br /&gt;   7. Mampu, baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tsb adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ihram&lt;br /&gt;   2. Wukuf di Arafah&lt;br /&gt;   3. Tawaf ifâdah&lt;br /&gt;   4. Sa'i&lt;br /&gt;   5. Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian&lt;br /&gt;   6. Tertib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;Wajib Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memulai ihram dari mîqât (batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah)&lt;br /&gt;   2. Melontar jumrah&lt;br /&gt;   3. Mabît (menginap) di Mudzdalifah, Mekah&lt;br /&gt;   4. Mabît di Mina&lt;br /&gt;   5. Tawaf wada' (tawaf perpisahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).&lt;br /&gt;Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya "aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji".&lt;br /&gt;Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni'mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wukuf di Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.&lt;br /&gt;Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur'an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.&lt;br /&gt;3. Mabît di Muzdalifah, Mekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy'ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.&lt;br /&gt;4. Melontar jumrah 'aqabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan di bukit 'Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.&lt;br /&gt;5. Tahalul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.&lt;br /&gt;Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah 'aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.&lt;br /&gt;Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.&lt;br /&gt;Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.&lt;br /&gt;Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.&lt;br /&gt;6. Mabît di Mina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan 'aqabah, masing-masing 7 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).&lt;br /&gt;Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.&lt;br /&gt;7. Tawaf ifâdah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa'i. Lalu melakukan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.&lt;br /&gt;Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umrah artinya berkunjung atau berziarah. Setiap orang yang melakukan ibadah haji wajib melakukan umrah, yaitu perbuatan ibadah yang merupakan kesatuan dari ibadah haji. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah: 196 yang artinya "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hukum umrah, ada beberapa perbedaan pendapat. Menurut Imam Syafi'i hukumnya wajib. Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi hukumnya sunah mu'akkad (sunah yang dipentingkan).&lt;br /&gt;Umrah diwajibkan bagi setiap muslim hanya 1 kali saja, tetapi banyak melakukan umrah juga disukai, terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya "Umrah di dalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali".&lt;br /&gt;Pelaksanaan umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara pelaksanaan ibadah umrah adalah: mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram di mîqât, shalat sunah ihram 2 rakaat, niat umrah dan membaca Labbaik Allâhumma 'umrat(an) (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk umrah), membaca talbiah serta doa, memasuki Masjidil Haram, tawaf, sa'i, dan tahalul.&lt;br /&gt;Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat untuk melakukan umrah adalah sama dengan syarat dalam melakukan ibadah haji. Adapun rukun umrah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ihram&lt;br /&gt;   2. Tawaf&lt;br /&gt;   3. Sa'i&lt;br /&gt;   4. Mencukur rambut kepala atau memotongnya&lt;br /&gt;   5. Tertib, dilaksanakan secara berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu wajib umrah hanya satu, yaitu ihram dari mîqât.&lt;br /&gt;Larangan dalam Haji dan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah haji/umrah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Melakukan hubungan seksual atau apa pun yang dapat mengarah pada perbuatan hubungan seksual&lt;br /&gt;   2. Melakukan perbuatan tercela dan maksiat&lt;br /&gt;   3. Bertengkar dengan orang lain&lt;br /&gt;   4. Memakai pakaian yang berjahit (bagi laki-laki)&lt;br /&gt;   5. Memakai wangi-wangian&lt;br /&gt;   6. Memakai khuff (kaus kaki atau sepatu yang menutup mata kaki)&lt;br /&gt;   7. Melakukan akad nikah&lt;br /&gt;   8. Memotong kuku&lt;br /&gt;   9. Mencukur atau mencabut rambut&lt;br /&gt;  10. Memakai pakaian yang dicelup yang mempunyai bau harum&lt;br /&gt;  11. Membunuh binatang buruan&lt;br /&gt;  12. Memakan daging binatang buruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Haji&lt;br /&gt;1. Haji ifrâd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji ifrâd yaitu membedakan ibadah haji dengan umrah. Ibadah haji dan umrah masing-masing dikerjakan tersendiri. Pelaksanaannya, ibadah haji dilakukan terlebih dulu, setelah selesai baru melakukan umrah. Semuanya dilakukan masih dalam bulan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pelaksanaannya adalah:&lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk haji&lt;br /&gt;b. ihram dari mîqât dengan niat untuk umrah&lt;br /&gt;2. Haji tamattu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji tamattu' adalah melakukan umrah terlebih dulu pada bulan haji, setelah selesai baru melakukan haji.&lt;br /&gt;Orang yang melakukan haji tamattu' wajib membayar hadyu (denda), yaitu dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu dapat diganti dengan berpuasa selama 10 hari, yaitu 3 hari selagi masih berada di tanah suci, dan 7 hari setelah kembali di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pelaksanaannya adalah:&lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk umrah&lt;br /&gt;b. melaksanakan haji setelah selesai melaksanakan semua amalan umrah&lt;br /&gt;3. Haji qirân&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji qirân adalah melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersama-sama. Dengan demikian segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pelaksanaannya adalah:&lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus&lt;br /&gt;b. melakukan seluruh amalan haji&lt;br /&gt;Amalan-Amalan Haji dan Umrah&lt;br /&gt;1. Mîqât&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mîqât adalah batas waktu dan tempat melakukan ibadah haji dan umrah. Mîqât terdiri atas mîqât zamânî dan mîqât makânî.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mîqât zamânî adalah kapan ibadah haji sudah boleh dilaksanakan.&lt;br /&gt;Berdasarkan kesepakatan para ulama yang bersumber dari sunah Rasulullah SAW, mîqât zamânî jatuh pada bulan Syawal, Zulkaidah, sampai dengan tanggal 10 Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mîqât makânî adalah dari tempat mana ibadah haji sudah boleh dilaksanakan.&lt;br /&gt;Tempat-tempat untuk mîqât makânî adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Zulhulaifah atau Bir-Ali (450 km dari Mekah) bagi orang yang datang dari arah Madinah&lt;br /&gt;    * Al-Juhfah atau Rabiq (204 km dari Mekah) bagi orang yang datang dari arah Suriah, Mesir, dan wilayah-wilayah Maghrib&lt;br /&gt;    * Yalamlan (sebuah gunung yang letaknya 94 km di selatan Mekah) bagi orang yang datang dari arah Yaman&lt;br /&gt;    * Qarnul Manazir (94 km di timur Mekah) bagi orang yang datang dari arah Nejd&lt;br /&gt;    * Zatu Irqin (94 km sebelah timur Mekah) bagi orang yang datang dari arah Irak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihram ialah niat melaksanakan ibadah haji atau umrah dan memakai pakaian ihram.&lt;br /&gt;Bagi laki-laki, pakaian ihram adalah dua helai pakaian tak berjahit untuk menutup badan bagian atas dan sehelai lagi untuk menutup badan bagian bawah. Kepala tidak ditutup dan memakai alas kaki yang tidak menutup mata kaki.&lt;br /&gt;Bagi wanita, pakaian ihram adalah kain berjahit yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah ihram adalah memotong kuku, kumis, rambut ketiak, rambut kemaluan, dan mandi. Kemudian melakukan shalat sunah ihram 2 rakaat (sebelum ihram), membaca talbiah, shalawat, dan istighfar (sesudah ihram dimulai).&lt;br /&gt;3. Tawaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dimulai dari arah yang sejajar dengan Hajar Aswad dan Ka'bah selalu ada di sebelah kiri (berputar berlawanan arah jarum jam).&lt;br /&gt;Syarat tawaf adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis&lt;br /&gt;   2. Menutup aurat&lt;br /&gt;   3. Melakukan 7 kali putaran berturut-turut&lt;br /&gt;   4. Mulai dan mengakhiri tawaf di tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad&lt;br /&gt;   5. Ka'bah selalu berada di sisi kiri&lt;br /&gt;   6. Bertawaf di luar Ka'bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sunah tawaf adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menghadap Hajar Aswad ketika memulai tawaf&lt;br /&gt;   2. Berjalan kaki&lt;br /&gt;   3. al-idtibâ, yaitu meletakkan pertengahan kain ihram di bawah ketiak tangan kanan dan kedua ujungnya di atas bahu kiri&lt;br /&gt;   4. Menyentuh Hajar Aswad atau memberi isyarat ketika mulai tawaf&lt;br /&gt;   5. Niat.&lt;br /&gt;      Niat untuk tawaf yang terkandung dalam ibadah haji hukumnya tidak wajib karena niatnya sudah terkandung dalam niat ihram haji, tetapi kalau tawaf itu bukan dalam ibadah haji, maka hukum niat tawaf menjadi wajib, seperti dalam tawaf wada' dan tawaf nazar.&lt;br /&gt;   6. Mencapai rukun yamanî (pada putaran ke-7) dan mencium atau menyentuh Hajar Aswad&lt;br /&gt;   7. Memperbanyak doa dan zikir selama dalam tawaf&lt;br /&gt;   8. Tertib, dilaksanakan secara berurutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam tawaf adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf ifâdah&lt;br /&gt;    Tawaf sebagai rukun haji yang apabila ditinggalkan maka hajinya menjadi tidak sah.&lt;br /&gt;Tawaf ziyârah&lt;br /&gt;    Tawaf kunjungan, sering juga disebut tawaf qudûm, yaitu tawaf yang dilakukan setibanya di kota Mekah.&lt;br /&gt;Tawaf sunah&lt;br /&gt;    Tawaf yang dapat dilakukan kapan saja.&lt;br /&gt;Tawaf wada'&lt;br /&gt;    Tawaf perpisahan, yaitu tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan Mekah setelah selesai melakukan seluruh rangkaian ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sa'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'i adalah berjalan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa sebanyak 7 kali.&lt;br /&gt;Syarat sa'i adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Seluruh perjalanan sa'i dilakukan secara lengkap, tidak boleh ada jarak yang tersisa&lt;br /&gt;   2. Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa&lt;br /&gt;   3. Dilakukan sesudah tawaf&lt;br /&gt;   4. Dilakukan sebanyak 7 kali perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sunah dalam sa'i adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Berdoa di antara Shafa dan Marwa&lt;br /&gt;   2. Dalam keadaan suci dan menutup aurat&lt;br /&gt;   3. Berlari kecil antara 2 tonggak hijau&lt;br /&gt;   4. Tidak berdesakan&lt;br /&gt;   5. Berjalan kaki&lt;br /&gt;   6. Dikerjakan secara berturut-turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wukuf di Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukud di Arafah adalah berdiam diri di padang Arafah sejak matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah (hari nahar), baik dalam keadaan suci maupun tidak suci.&lt;br /&gt;Haji tanpa wukuf tidak sah dan harus diulang lagi pada tahun berikutnya. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Haji itu 'arafah, siapa yang datang pada malam mabît di Muzdalifah sebelum fajar menyingsing, ia sudah mendapatkan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan wukuf, disunahkan untuk tidak berpuasa, menghadap kiblat, berzikir, membaca istighfar, dan berdoa. Menurut riwayat Imam Ahmad, doa Nabi SAW ketika di hari arafah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tiada Tuhan kecuali Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kerajaan, bagi-Nya pula segala pujian, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Ia Maha Kuasa atas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melontar Jumrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontar jumrah ialah melempar batu kerikil ke arah 3 buah tonggak, yaitu ûlâ, wustâ, dan ukhrâ, masing-masing 7 kali lemparan. Hari melontar jumrah dimulai pada tanggal 10 Zulhijah, ke arah jumrah 'aqabah atau jumrah kubra, dan 2 atau 3 hari dari hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah) ke arah 3 jumrah yang telah disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu melontar jumrah disunahkan sesudah matahari terbit. Bagi orang yang lemah atau berhalangan boleh melakukannya pada malam hari.&lt;br /&gt;Adapun melontar jumrah pada 3 hari yang lain, hendaknya dimulai pada waktu matahari sudah mulai turun ke barat sampai saat matahari terbenam.&lt;br /&gt;Ketika melontar jumrah disunahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Berdiri dengan posisi Mekah ada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan&lt;br /&gt;   2. Mengangkat tangan tinggi-tinggi bagi laki-laki&lt;br /&gt;   3. Membaca takbir ketika melempar batu yang pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berhalangan menyelesaikan haji dengan tidak melakukan wukuf di Arafah, tawaf, ataupun sa'i, apa pun penyebabnya, menurut pendapat jumhur ulama orang tsb wajib menyembelih seekor kambing, sapi, atau unta di tempat ia bertahalul.&lt;br /&gt;Apabila ibadahnya itu ibadah wajib, ia harus meng-qadha pada tahun berikutnya, tetapi bila bukan ibadah wajib, ia tidak perlu meng-qadha.&lt;br /&gt;Haji Akbar dan Haji Mabrur&lt;br /&gt;Haji akbar (haji besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah haji akbar disebut dalam firman Allah SWT pada surah At-Taubah: 3 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat ulama tentang haji akbar, yaitu haji akbar adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * haji pada hari wukuf di Arafah&lt;br /&gt;    * haji pada hari nahar&lt;br /&gt;    * haji yang wukufnya bertepatan dengan hari jum'at&lt;br /&gt;    * ibadah haji itu sendiri beserta wukufnya di Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendapat yang paling masyhur adalah pendapat yang menyatakan bahwa haji akbar adalah haji yang wukufnya jatuh pada hari jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada haji besar, ada pula haji asgar (haji kecil) yang merupakan istilah lain untuk umrah.&lt;br /&gt;Haji mabrur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji mabrur adalah ibadah haji seseorang yang seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat dilaksanakan dengan benar, ikhlas, tidak dicampuri dosa, menggunakan biaya yang halal, dan yang terpenting, setelah ibadah haji menjadi orang yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan bagi orang yang mendapat haji mabrur adalah surga. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Umrah ke satu ke umrah berikutnya adalah penebus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur ganjarannya tiada lain kecuali surga (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam (Denda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam dalam bentuk darah adalah menyembelih binatang sebagai karafat (tebusan) terhadap beberapa pelanggaran yang dilakukan ketika melakukan ibadah haji atau umrah. Jenis dam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dam tartîb&lt;br /&gt;   2. Dam takhyîr dan taqdîr&lt;br /&gt;   3. Dam tartîb dan ta'dîl&lt;br /&gt;   4. Dam takhyîr dan ta'dîl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dam tartîb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam tartîb yaitu bila binatang yang disembelih adalah kambing, tetapi bila tidak mendapat kambing, harus melaksanakan puasa 3 hari di tanah suci dan 7 hari apabila telah pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt;Orang diwajibkan membayar dam tartîb karena 9 hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengerjakan haji tammatu'&lt;br /&gt;   2. Mengerjakan haji qirân&lt;br /&gt;   3. Tidak wukuf di Arafah&lt;br /&gt;   4. Tidak melontar jumrah yang ke-3&lt;br /&gt;   5. Tidak mabît di Muzdalifah pada malam nahar&lt;br /&gt;   6. Tidak mabît di Mina pada malam hari tasyrik&lt;br /&gt;   7. Tidak berihram dari mîqât&lt;br /&gt;   8. Tidak melakukan tawaf wada'&lt;br /&gt;   9. Tidak berjalan kaki bagi yang bernazar untuk mengerjakan haji dengan berjalan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dam takhyîr dan taqdîr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam takhyîr dan taqdîr ialah boleh memilih menyembelih seekor kambing, berpuasa, atau bersedekah memberi makan kepada 6 orang miskin sebanyak 3 sa' (1 sa' = 3,1 liter).&lt;br /&gt;Dam jenis ini dikenakan untuk satu diantara sebab-sebab berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mencabut 3 helai rambut atau lebih secara berturut-turut&lt;br /&gt;   2. Memotong 3 kuku atau lebih&lt;br /&gt;   3. Berpakaian yang berjahit&lt;br /&gt;   4. Menutup kepala&lt;br /&gt;   5. Memakai wewangian&lt;br /&gt;   6. Melakukan perbuatan yang menjadi pengantar bagi perbuatan seksual&lt;br /&gt;   7. Melakukan hubungan seksual antara tahalul pertama dan tahalul kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dam tartîb dan ta'dîl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam tartîb dan ta'dîl adalah pertama kali wajib menyembelih unta, apabila tidak mampu boleh menyembelih sapi, apabila tidak mampu juga baru menyembelih kambing 7 ekor.&lt;br /&gt;Apabila tidak mendapat 7 ekor kambing, si pelanggar harus membeli makanan seharga itu dan disedekahkan kepada fakir miskin di tanah suci.&lt;br /&gt;Dam jenis ini dikenakan karena pelanggaran melakukan hubungan seksual.&lt;br /&gt;4. Dam takhyîr dan ta'dîl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam takhyîr dan ta'dîl adalah boleh memilih diantara 3 hal yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menyembelih binatang buruan yang diburu&lt;br /&gt;    * Membeli makanan seharga binatang buruan tsb dan disedekahkan&lt;br /&gt;    * Berpuasa satu hari untuk setiap 1 mud (5/6 liter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam jenis ini dikenakan karena sebab-sebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Merusak, memburu, atau membunuh binatang buruan&lt;br /&gt;   2. Memotong pohon-pohon atau mencabut rerumputan di tanah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dan tempat penyembelihan dam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu penyembelihan dam yang disebabkan pelanggaran yang tidak sampai membatalkan atau kehilangan haji harus dilakukan pada waktu si pelanggar melakukan ibadah haji. Tetapi bagi dam yang disebabkan pelanggaran yang berakibat kehilangan haji, pelaksanaannya wajib ditunda sampai pada waktu melakukan ihram ketika meng-qadha haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tempat penyembelihan dam dan penyaluran dagingnya adalah di tanah haram.&lt;br /&gt;Bagi orang yang melakukan haji, diutamakan menyembelihnya di Mina, sedangkan bagi orang yang melakukan umrah, menyembelihnya di Marwa.&lt;br /&gt;Mewakilkan Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwakilan haji berlaku untuk seseorang yang mampu melakukan haji dari segi biaya, tapi kesehatannya tidak memungkinkan, seperti sakit yang parah atau karena usia tua.&lt;br /&gt;Dalam hal ini wajib orang lain untuk menghajikannya dengan biaya dari orang yang bersangkutan, dengan syarat orang yang menggantikan tsb sudah mengerjakan haji untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Tetapi bila setelah dihajikan orang itu sembuh, menurut Imam Syafi'i, ia tetap wajib melakukan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwakilan haji juga dapat dilakukan atas orang yang sudah meninggal, asalkan orang tsb berkewajiban haji, antara lain mempunyai nazar dan belum dapat melaksanakannya. Hal ini didasarkan pada hadist yang meriwayatkan bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Ayah saya sudah meninggal dan ia mempunya kewajiban haji, apakah aku harus menghajikannya?" Nabi SAW menjawab, "Bagaimana pendapatmu apabila ayahmu meninggalkan hutang, apakah engkau wajib membayarnya?" Orang itu menjawab, "Ya". Nabi SAW berkata, "Berhajilah engkau untuk ayahmu".(HR. Ibnu Abbas RA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-4525782343476649718?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/4525782343476649718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=4525782343476649718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4525782343476649718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/4525782343476649718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/ibadah-haji.html' title='IBADAH HAJI'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-5447411123748129532</id><published>2008-11-24T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T05:53:30.725-08:00</updated><title type='text'>WUDHU BUKAN SEKEDAR MEMBERSIHKAN ZAHIR</title><content type='html'>Saat mengambil air wudhu untuk bersuci sebelum sholat, mungkin sebagian besar dari kita melakukan ini secara otomatis saja, tanpa menghayatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam berwudhu itu, hendaknya kita bukan hanya berniat untuk mensucikan zahir (lahiriah) tubuh kita, tapi juga batin kita.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada doa-doa yang bisa kita baca dalam setiap gerakan bersuci wudhu kita. Dengan membaca doa-doa ini, kita akan lebih khusyuk dalam berwudhu, karena kita berkonsentrasi dengan apa yang kita baca, sehingga hati kita tidak dikotori oleh hal-hal lain. Insya Allah, dengan cara ini, batin kita pun akan ikut terbersihkan dalam kita berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ketika membasuh dua tapak tangan, ucapkan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, peliharakanlah tanganku dari segala berbuat maksiat kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Saat berkumur-kumur, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, tolonglah aku, supaya aku tetap berzikir mengingat Engkau dan bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Saat membersihkan air ke hidung, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, ciumkanlah oleh-Mu untukku akan wangi-wangian syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Saat membasuh muka, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari diputihkannya wajah manusia dan dihitamkan wajah setengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Dikala membasuh tangan kanan, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Tuhan, berikanlah (kelak) suratan amalku pada tangan kananku, dan beri hisablah ia dengan penghisaban yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Dikala membasuh tangan kiri, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, janganlah Engkau berikan suratan amalku pada tangan kiriku dan jangan dari belakangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Dikala membasuh kepala, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, jauhkanlah rambut dan kulit badanku dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Tatkala menyapu dua telinga, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, jadikanlah aku seperti mereka yang mendengar kata-kata yang baik, dan mengikuti akan mereka yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Tatkala membasuh kedua kaki, ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          wudhu1&lt;br /&gt;          Ya Allah, tetapkanlah kiranya kedua kakiku di atas titian pada hari yang banyak tergelincir kaki manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-5447411123748129532?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/5447411123748129532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=5447411123748129532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5447411123748129532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/5447411123748129532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/wudhu-bukan-sekedar-membersihkan-zahir.html' title='WUDHU BUKAN SEKEDAR MEMBERSIHKAN ZAHIR'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1784425900668771427.post-7766515455104990204</id><published>2008-11-24T05:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T05:48:26.542-08:00</updated><title type='text'>RAHASIA GERAKAN SHALAT</title><content type='html'>Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, "Sahabatku, engkau tadi belum shalat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat "gaya" shalat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, "Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti "biasanya", Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahabatku," kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma'ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dari Mahmud bin Rabi' Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar "benar" gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap "tidak shalat" orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah gerakan shalat&lt;br /&gt;Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek "olah rohani" yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau "jalinan komunikasi" antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;imageDalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rukuklah dengan tenang (tumaninah)." Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa'ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak." Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selepas itu, sujudlah dengan tenang." Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang." Apa maknanya? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Wallaahu a'lam. (RioL )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1784425900668771427-7766515455104990204?l=al-hajun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-hajun.blogspot.com/feeds/7766515455104990204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1784425900668771427&amp;postID=7766515455104990204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/7766515455104990204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1784425900668771427/posts/default/7766515455104990204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-hajun.blogspot.com/2008/11/rahasia-gerakan-shalat.html' title='RAHASIA GERAKAN SHALAT'/><author><name>Hajon Mahdy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16625971373898967205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_F9ZojYL7SFg/SJ1hUdAmMlI/AAAAAAAAACk/Cmz0spXnMv8/s1600-R/1_768705993l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
